Kamis, 03 November 2016

                         

       Kumpulan Contoh Resensi Novel Terbaru

Resensi novel atau buku fiksi sebenarnya sama saja dengan resensi buku non fiksi, namun ada sedikit perbedaan yaitu mengenai isi dari resensi tersebut. Resensi nove bertujuan untuk menggaet pembaca yang belum membaca atau membeli buku tersebut.
Dalam resensi novel yang terpenting yaitu data novel tersebut, seperti identitas buku, sinopsis, kekurangan, kelebihan, dan latar belakang pengarang (boleh disertakan boleh juga tidak).
Buku non fiksi dibahas dengan tema yang sama, dan kadang diterbitkan penerbit yang berbeda. Sedangkan buku fiksi memiliki tema dan isi cerita yang tidak mungkin sama dengan buku fiksi lainnya.
Ada beberapa manfaat meresensi buku diantaranya menambah wawasan, mengetahui keunggulan dan kelemahan buku, meningkatkan kemampuan menulis, lebih berfikir kritis, dan yang paling berharga mendapat imbalan dari penerbit.
Pada resensi novel terdiri beberapa unsur yang membentuk novel tersebut yaitu judul resensi, identitas novel, kepengarangan, sinopsis, unsur intrinsik, keunggulan dan kelemahan serta diakhiri kesimpulan.

1. Contoh Resensi Novel 5 cm

Resensi Novel 5 CM
Pengarang : Donny Dhirgantoro
Penerbit : PT. Grasindo
Tahun Terbit : 2007
Ketebalan buku : 381 halaman
Novel 5 cm ini bercerita mengenai lima orang sahabat dan mereka telah bersahabat selama kurang lebih dari tujuh tahun, lima orang tersebut diantaranya Arial, Riani, Zafran, Ian, dan Genta.
Mereka sangat kompak, dan memiliki impian masing-masing, saking kompaknya mereka selalu berpergian bersama-sama kemanapun mereka pergi. Berhubung mereka bosan karena sering bertemu setiap harus, akhirnya mereka memutuskan untuk tidak saling komunikasi dan berpisah selama tiga bulan lamanya.
Setelah tiga bulan lamanya, banyak hal yang berubah seperti Arial yang jatuh cinta pada temen fitnesnya, Riani yang sukses di tempat kerja, Ian yang sukses mengerjakan skripsi, Genta yang sukses pada EO pameran dan yang terakhir Zafran yang tergila-gila dengan Arinda.
Setelah tiga bulan tidak bertemu, akhirnya kelimasahabat tersebut memutuskan untuk bertemu kembali dengan sebuah reuni yaitu dengan mendaki gunung mahameru.
Novel 5 cm memiliki unsur intrinsik yaitu tema tentang persahabatan 5 pemuda dengan sifat dan impian yang berbeda, latar belakang dari novel ini Stasiun kereta api Senen, Stasiun Lempuyungan, Ranu Pane, Ranu Kumbolo, dan Puncak Mahameru.
Untuk waktu pagi sampai malam, suasana yang ada yaitu menggunakan alur maju mundur yaitu adanya flashback ke masa lalu.
Gaya bahasa yang disajikan menggunakan yang mudah dimengerti oleh pembaca, untuk unsur amanat contohnya yaitu Sahabat yang sejati, ialah sahabat yang selalu pengertian dan perhatian kepada kita.
Selanjutanya penokohan, tokoh-tokoh yang ada pada novel ini yaitu Arial si proa ganteng bertubuh atletis, Riani gadis cantik, cerdas dan berprestasi, Zafran seorang pria kurus anak band pandai membuat puisi, Ian seorang penggemar bola, suka makan mie, dan penggemar artis Happy Salma, dan yang terakhir Genta merupakan seorang aktivis kampus.
Novel ini memiliki keunggulan yaitu bisa dilihat dari kata-katanya yang penuh dengan inspirasi dalam menjalankan kehidupan. Sedangkan kekurangan novel ini yaitu di akhir cerita yang begitu memaksakan, serta keturunan mereka yang mempunyai sifat yang sama.

2. Contoh Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju

Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju
Resensi Novel Bunga Cantik di Balik Salju – tokopedia.com
Judul : Bunga Cantik di Balik Salju
Pengarang : Titik Andarwati
Penerbit : Diva Press
Ketebelan Buku : 458 halaman
Lana seorang wanita muda yang telah memutuskan untuk mengasuh Denniz anak temannya, saat itu temannya meninggal ketika melahirkan.
Denniz diasuh oleh Lana karena ayahnya Brian tidak mau mengakui sebagai anaknya. Dengan hadirnya Denniz, menjadi sebuah pertentangan dari keluarga Lana, namun lama kelamaan mereka pun menerima Denniz dan membantu merawatnya.
Saat pertama mengasuh Denniz, Lana berusia 19 tahun, diusianya yang ke 25 tahun Lana memutuskan untuk tinggal sendiri merawat Denniz. Dia membiayai kebutuhan sehari-hari dengan bekerja staf pengajar di lembaga pendidikan asing.
Lana menjadi perempuan kebal ketika orang-orang melihatnya kagum, iba, sinis, ataupun jijik saat seorang anak Denniz memanggilnya mama.
Lana mencintai Denniz dan dia anggap sebagai anaknya sendiri, namun kebutuhan memiliki seorang pasangan harus ia pikirkan. Pada suatu hari hadirlah Dhimas, laki-laki pujaan banyak wanita.
Seorang Dhimas hanya mengetahui Lana seorang Ibu dengan satu anak, tapi dia menyukai Lana walaupun seburuk apapun masa lalu Lana tanpa ia tahu keadaan sebenarnya.
Pada akhirnya mereka akan segera menikah, di suatu hari Dhimas mengajak Lana bertemu keluarga besarnya disitulah terbuka rahasia Lana bahwa ia belum pernah melahirkan anak.
Novel ini bertemakan seorang wanita kuat dan memiliki hati yang baik, disaat usia yang cukup muda ia harus merawat anak temannya.
Tokoh-tokoh dalam novel ini diantaranya Lana, Denniz, Dhimas, serta beberapa tokoh pembantu dan piguran. Alur yang digunakan pada novel ini yaitu alur maju mundur, dimana Lana mengisahkan kembali masa lalu hingga ankhirnya Dhimaz dan Lana menikah.
Amanat pada novel ini salah satunya adalah seorang anak dilahirkan ke dunia keadaan suci tidak ada anak dilahirkan dalam keadaan haram.
Keunggulan novel mengajarkan kepada pembaca tentang ketegaran, kuat, mandiri, yang merupakan cantik yang sebenarnya. Kelemahan novel ini yaitu banyak sesi yang cukup panjang sehingga membuat pembaca sedikit bosan.
Kesimpulannya, novel Bunga Cantik di Balik Salju sangat bagus untuk dibaca terutama untuk kaum wanita, novel ini memberkan banyak inspirasi sehingga patut menjadi contoh para pembaca khususnya wanita Indonesia.

3. Contoh Resensi Novel Laskar Pelangi

Resensi Novel Laskar Pelangi
Resensi Novel Laskar Pelangi – bangsatruk.com
Judul : Laskar Pelangi
Pengarang : Andrea Hirata
Penerbit : Bentang Pustaka Yogyakarta
Tahun Terbit : 2005
Ketebalan Buku : 529 halaman
Novel ini bercerita tentang 10 anak dari keluarga miskin di pulau Belitong provinsi Bangka Belitung. Mereka merupakan anak-anak dari keluarga yang berprofesi sebagai penambang timah.
Walaupun mereka keluarga miskin dengan keterbatasan yang dimiliki mereka menjalankan aktivitas pendidikan sebagaimana anak-anak lain, walaupun tempat mereka belajar sebenarnya sekolah tua yang tak layak untuk dihuni. Walaupun dengan keadaan tersebut anak-anak tersebut dengan senanng dan bersemangat dalam belajar.
Nama 10 anak tersebut antara lain Ikal, Lintang, Sahara, Mahar Ahlan, Jumadi Ahlan, A kiong, Syahdan Noor Aziz, Mukharam Kucai Khairani, Borek, Trapani Ikhsan Jamari, dan Harun.
Di sekolah mereka mendapatkan teman baru seorang gadis cantik anak seorang anak pegawai penambangan timah bernama Flo. SD Muhammadiyah tempat mereka belajar begitu memprihatinkan, sekolah tersebut hampir roboh sehingga perlu disangga oleh sebatang pohon besar..
Di Suatu hari Pemerintah Departemen Pendidikan dan Kebudayaan provinsi sumatera Selatan memberikan peringatan bahwa jika sekolah tersebut tidak bisa menampung minimal 10 siswa maka sekolah tersebut harus ditutup.
Pada hari penerimaan siswa baru baru terkumpul 9 siswa, ketika pak Harvan berpidato bahwa persyaratan sekolah tetap berdiri harus 10 orang. Sebelum terjadi penutupan sekolah, Harun seorang anak yang memiliki keterbelakangan mental memiliki tekad ingin sekolah datang pada saat penutupan, dan sekolah pun tidak jadi ditutup.
Dalam kegiatan belajar mengajar mereka didampingi oleh Ibu Muslimah, seorang guru yang sabar dalam mendidik mereka. Ibu muslimah hanyalah seorang yang lulusan Sekolah Kepandaian Putri atau setingkat dengan SMP, namun Ibu Muslimah memiliki tekad yang kuat dan menjadikannya wanita yang tegar dan berdedikasi terhadap pendidikan.
Bu Muslimah memberikan julukan kepada 10 anak tersebut Laskar pelangi. Selain Bu Muslimah, yang menjadi pengajar di SD Muhammadiyah yaitu Pak harvan, selain menjadi kepala sekolah beliau juga mengajar bersama Bu Muslimah.
Kelebihan novel ini yaitu gaya bahasa yang diberikan cukup menarik untuk dibaca, disertai dengan aksen-aksen melayu yang kental sehingga unik.
Isi novel ini berceritakan tentang kisah persahabatan dalam menghadapi hidup, selain itu kritik sosial bagi pemerintah atas ketidakmerataan pembangunan daerah terutama bidang pendidikan. Kekurangan novel ini yaitu pengamburan waktu, tempat serta nama tokoh.
Kesimpulan yang diambil dari novel ini yaitu tetap tabah dalam menangani kehidupan serta pentingnya pendidikan dan rasa syukur kepada Tuhan.

 

                                          Aspek-aspek membaca 

 

Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:
  1. Keterampilan yang bersifat mekanis
  2. Keterampilan yang bersifat pemahaman

MEMBACA NYARING

Pengertian
            Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, karena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.
Mata pelajaran seni bahasa dan keterampilan bahasa haruslah merupakan salah satu dari pengalaman-pengalaman yang beraneka ragam dengan sejumlah cerita, puisi serta kegiatan yang menarik hati. Membaca nyaring adalah sebuah pendekatan yang dapat memuaskan serta memenuhi berbagai ragam tujuan mengembangka sejumlah keterampilan serta minat. Oleh karena itu maka dalam mengajarkan keterampilan-keterampilan membaca nyaring, sang guru harus memahami proses komunikasi dua arah
Membaca nyaring itu pada hakekatnya merupakan suatu masalah lisan. Oleh karena itu maka khusus dalam pengajaran bahasa asing, aktivitas membaca nyaring lebih dekat atau lebih ditunjukan pada ucapan dari pada bahan bacaan haruslah dipilih yang mengandung isi dan bahasa yang relative mudah dipahami

MEMBACA DALAM HATI

Pengantar

            Tujuan utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi.Pada membaca dalam hati ini sang anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase-frase, memperkaya kosa katanya, dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang baik. Setelah membaca dalam hati, sang guru dapat menyuruh serta mendorong para pelajar mengutarakan yang telah mereka baca, dan hal ini memudahkan pengujian pertumbuhan daya pemahaman dan apresiasi mereka.
Dalam garis besarnya, membaca dalam hati dapat dibagi atas:
  1. Membaca ekstensif dan
  2. Membaca intensif.
Berikut ini akan dibicarakan satu persatu secara terperinci

       A. Membaca Ekstensif

Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Yang menjadi tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.
Membaca ekstensif ini meliputi pula:
  1. membaca survey
  2. membaca sekilas
  3. membaca dangkal
a.Membaca survey
Sebelum kita mulai membaca makabiasanya kita meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari, yang akan ditelaah, dengan jalan:
a)      memeriksa, meneliti indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku;
b)      melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan;
c)      memeriksa, meneliti bagan, skema, outline buku yang bersangkutan.
b. Membaca sekilas
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan.
Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas ini, yaitu:
a)      untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat;
b)      untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan;
c)      untuk menemukan / menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.
c. Membaca dangkal
Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bacaan. Biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang endatangkan kebahagiaan di waktu senggang; misalnya cerita pendek,
 novelringan, dan sebaginya.

     B. Membaca intensif

Yang dimaksud dengan membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif.
Yang termasuk ke dalam kelompok membaca intensif ini ialah:
a)      membaca telaah isi.
b)      membaca telaah bahasa.
Membaca intensif pada hakekatnya memerlukan teks yang panjangnya tidak lebih dari 500 patah kata ( yang dapat dibaca dalam jangka waktu 2 menit dengan kecepatan kira-kira 5 patah kata dalam satu detik) Tujuan utama adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya; nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan social, pola-pola sikap dan tujuan sang pengarang, dan juga sarana-sarana linguistic yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.


MEMBACA TELAAH ISI

Pendahuluan

Membaca telaah isi dapat kita bagi atas;
  1. membaca teliti
  2. membaca pemahaman
  3. membaca kritis
  4. membaca ide
Berikut ini akan dibicarakan satu persatu secara terperinci.
 A. Membaca teliti

Sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka seringkali kita perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang kita sukai. Membaca teliti membutuhkan sejumlah keterampilan antara lain:
  1. survei yang cepat untuk memperhatikan/melihat organisasi dan pendekatan umum;
  2. membaca secara seksama dan membaca ulang paragraph-paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan perincian-perincian penting; dan
  3. penemuan hubungan setiap paragraf dengan keseluruhan tulisan atau artikel.
B. Membaca pemahaman

Membaca pemahaman (atau reading for understanding) yang dimaksudkan di sini adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami;
  1. standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards)
  2. resensi kritis (critical review)
  3. drama tulis (printed drama)
  4. pola-pola fiksi (patterns of fiction)

Berikut ini akan diperbincangkan satu persatu secara berurutan:
C. Membaca kritis

            Kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar bagi membaca kritis. Membaca kritis (atau critical reading) adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan (Albert [et al] 1961b : 1)
Pada umumnya membaca kritis (atau membaca interptretatif, ataupun membaca kreatif) ini menuntut dari para pembaca agar mereka;
  1. memahami maksud penulis
  2. memahami organisasi dasar tulisan
  3. dapat menilai penyajian penulis/pengarang
  4. dapat menerapkan prinsip-prinsip kritis pada bacaan sehari-hari
  5. meningkatkan minat baca, kemampuan baca dan berpikir kritis
  6. mengetahui prinsip-prinsip pmilihan bahan bacaan
  7. membaca majalah atau publikasi-publikasi periodik yang serius.
D. Membaca ide

Yang disebut membaca ide atau reading for ideas adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
Agar kita dapat mencari, menemukan, serta mendapat keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan, maka kita harus berusaha membuat diri kita menjadi pembaca yang baik atau good reader. Berikut ini akan diperbincangkan apa yang disebut pembaca yang baik.

            Pembaca yang baik tahu mengapa dia membaca.
           
Syarat pertama bagi setiap pembaca yang baik ialah bahwa dia tahu dan sadar mengapa dia membaca. Dua buah maksud yang paling umum adalah:
  1. mencari informasi
  2. menikmati bacaan
Kedua alas alasan tersebut mempunyai beribu adaptasi, tetapi pada hakekatnya dalam setiap bentuk berusaha mengajak para pembaca menyesuaikan diri pada halaman-halaman cetakan. Suatu pengertian yang jelas akan maksud merupakan unsur penting, merupakan sesuatu yang esensial bagi keberhasilan membaca.
Pembaca yang baik memahami apa yang dibacanya. 

Secara kedua bagi setiap pembaca yang baik adalah memahami benar-benar apa yang dibacanya. Pertama-tama hal ini menuntut perhatian, atau konsentrasi, suatu kemampuan yang erat sekali berhubungan dengan maksud.
Pembaca yang baik harus menguasi kecepatan membaca.

Syarat ketiga bagi setiap pembaca ialah memiliki ragam kecepatan membaca, dapat menyesuikannya dengan sifat cetakan yang menuntut perhatiannya. Semakin cepat seseorang melakukan jenis membaca ini dan memperoleh pemahaman, maka semakin berhasil pula studinya di perguruan tinggi. Kalau kita beranggapan bahwa rata-rata mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi memiliki kecepatan membaca hanya 200-250 kata dalam satu hari, maka sebenarnya masih ada kesempatan untuk mengadakan perbaikan demi mencapai kemajuan (Salisbury; 1955: 289-290)
Pembaca yang baik harus mengenal media cetak.

Syarat keempat yang harus dimiliki oleh pembaca yang baik adalah bahwa dia harus  mengenal bentuk-bentuk kontemporer media cetak, yang meliputi:
  1. papersbacks (buku saku; buku berjilid tipis; kulit kertas)
  2. media grafika (komik;kartun,foto;penyajian stastistik, grafis, diagram, peta, dan lain-lain)
  3. surat kabar (cf. Salisbury; 1955:317-80)

TUJUAN MEMBACA

                                       Tujuan Membaca

Tujuan utama dalam membaca adalah untuk mencari serta memperoleh informasi, mencakup isi, memahami makna bacaan. Makna, arti (meaning) erat sekali berhubungan dengan maksud tujuan, atau intensif kita dalam membaca.
Henry Guntur Tarigan mengemukakan tujuan membaca adalah sebagai berikut:
1)    Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta (reading for details or facts).
 
2)      Membaca untuk memperoleh ide-ide utama (reading for main ideas).
 
3)      Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita (reading for sequence or  organization).

4)      Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi (reading for inference).

5)      Membaca untuk mengelompokkan, membaca untuk mengklasifikasikan (reading to classify).

6)      Membaca menilai, membaca evaluasi (reading to evaluate)
.
7)      Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan (reading to compare or contrast)6.
Membaca untuk memperoleh perincian-perincian atau fakta-fakta misalnya untuk mengetahui penemuan-penemuan yang telah dilakukan oleh sang tokoh; apa-apa yang telah dibuat oleh sang tokoh; apa yang telah terjadi pada tokoh khusus, atau untuk memecahkan masalah-masalah yang dibuat oleh sang tokoh.
Membaca untuk memperoleh ide-ide utama misalnya untuk mengetahui mengapa hal itu merupakan topik yang baik dan menarik, masalah yang terdapat dalam cerita, apa-apa yang dipelajari atau dialami sang tokoh, dan merangkum hal-hal yang dilakukan oleh sang tokoh untuk mencapai tujuannya.
Membaca untuk mengetahui urutan atau susunan, organisasi cerita seperti menemukan atau mengetahui apa yang terjadi pada setiap bagian cerita, apa yang terjadi mula-mula pertama, kedua, dan ketiga/seterusnya. Setiap tahap dibuat untuk memecahkan suatu masalah, adegan-adegan dan kejadian buat dramatisasi.
Membaca untuk menyimpulkan, membaca inferensi seperti menemukan serta mengetahui mengapa para tokoh merasakan seperti cara mereka itu, apa yang hendak diperlihatkan oleh sang tokoh berubah, kualitas-kualitas yang dimiliki para tokoh yang membuat mereka berhasil atau gagal.
Membaca untuk mengelompokkan atau mengklasifikasikan misalnya untuk menemukan serta mengetahui apa-apa yang tidak biasa, tidak wajar mengenai seseorang tokoh, apa yang lucu dalam cerita, atau apakah cerita itu benar atau tidak benar.
Membaca menilai, membaca mengevaluasi seperti untuk menemukan apakah sang tokoh berhasil atau hidup dengan ukuran-ukuran tertentu, apakah kita ingin berbuat seperti cara sang tokoh bekerja dalam cerita itu.
Membaca untuk memperbandingkan atau mempertentangkan dilakukan untuk menemukan bagaimana caranya sang tokoh berubah, bagaimana hidupnya berbeda dari kehidupan yang kita kenal, bagaimana dua cerita mempunyai persamaan, bagaimana sang tokoh menyerupai pembaca.
Nurhadi berpendapat bahwa tujuan membaca adalah sebagai berikut:
  1. Memahami secara detail dan menyeluruh isi buku.
  2. Menangkap ide pokok atau gagasan utama secara tepat.
  3. Mendapatkan informasi tentang sesuatu.
  4. Mengenali makna kata-kata.
  5. Ingin mengetahui peristiwa penting yang terjadi di masyarakat sekitar.
  6. Ingin memperoleh kenikmatan dari karya sastra.
  7. Ingin mengetahui peristiwa penting yang terjadi di seluruh dunia.
  8. Ingin mencari merk barang yang cocok untuk dibeli.
  9. Ingin menilai kebenaran gagasan pengarang.
10.  Ingin memperoleh informasi tentang lowongan pekerjaan

11.  Ingin mendapatkan keterangan tentang pendapat seseorang (ahli) tentang definisi suatu istilah.

10 FAKTA TERSEMBUNYI DARI MEMBACA

10 Fakta Tersembunyi dari Orang yang Hobi Membaca

1. Meningkatkan kapasitas memori otak

kurio-blog-anytimefitness-com.jpg
Setiap kali kamu membaca sesuatu, otakmu akan membuat satu ruang baru untuk menyimpannya. Sehingga kapasitas memori otakmu pun terus bertambah. Keren!

2. Membantu kemampuan berpikir analitis

kurio-masterofmemory-com-w800-h600.jpgKetika membaca, kamu pasti mencermati alur dan karakter ceritanya. Nah, inilah yang dapat membuat kemampuan berpikirmu bertambah. Hingga kamu dapat berpikir kritis, karena sudah sering menganalisis detail dan plot di buku yang telah dibaca.

3. Menambah pengetahuan

kurio-wejungo-com.jpgPengetahuan sudah pasti didapatkan kalau kamu hobi membaca. Karena ketika membaca, otakmu akan dipenuhi dengan beragam informasi baru. Dengan banyaknya pengetahuan, kamu akan lebih mudah menghadapi kesulitan atau rintangan di kehidupan.

4. Memperluas cakrawala

kurio-hornercoaching-com.jpgSeperti istilah buku adalah jendela dunia. Dengan membaca, kamu seakan sedang melihat beragam orang serta tempat yang belum pernah dikunjungi. Hingga kamu tahu kebudayaan di Korea maupun sistem politik di Amerika.

5. Mencegah alzheimer

kurio-caregiversbywholecare-com-w800-h600.jpgOrang yang suka membaca menurunkan dua setengah kali kecenderungan untuk terkena alzheimer atau kepikunan. Hal ini disebabkan ketika membaca kamu akan mengingat plot, karakter, sejarah, juga latar belakang cerita, sehingga kemampuanmu untuk mengingat terus terasah.

6. Menurunkan tingkat stres

kurio-blogs-qut-edu-au-w800-h600.jpgKetika kamu stres sehabis kerja, kuliah, atau karena hal lain, membaca dapat memulihkannya. Dengan membaca buku atau artikel favorit, kamu bisa terhanyut dan tenggelam di dalamnya. Sehingga stresmu pun terlupakan. Membaca juga dipercaya dapat memberikan ketenangan batin dan menurunkan tekanan darah, lho.

7. Meningkatkan karir

kurio-davisvision-com-w800-h600.jpg
Orang yang gemar membaca dan memiliki pengetahuan yang luas akan cenderung lebih mudah diterima kerja. Ketimbang mereka yang tidak suka membaca dan nggak tahu tentang informasi terbaru yang sedang terjadi. Mereka pun bakal lebih mudah bergaul dengan beragam orang.

8. Memperluas kosakata

kurio-smartspeechtherapy-com-w800-h600.jpg
Semakin banyak membaca, bertambah pula kosakata baru yang kamu pelajari. Dengan membaca, kamu juga bisa menambah pengetahuan bahasa asingmu. Sehingga bisa membantu kamu berkomunikasi di kehidupan sehari-hari. Asyik kan kalau kamu bisa mengobrol dengan kalimat yang cerdas?

9. Meningkatkan konsentrasi

library-guy-paint-4ecfa8f90f42b54f167111a25b6d9f06.png
Saat membaca, seluruh perhatian kamu akan terfokus pada bacaan tersebut. Hal itu akan meningkatkan daya konsentrasimu. Cobalah membaca sekitar 15-20 menit sebelum berangkat kerja atau kuliah, dijamin kamu akan lebih fokus saat beraktivitas.

10. Hiburan gratis

kurio-huffingtonpost-com.jpgMembaca nggak perlu mahal, selain dengan meminjam buku di perpustakaan, kamu juga bisa mengunduh aplikasi yang dapat mempermudah kegiatan membaca seperti Kurio. Kurio adalah aplikasi lokal buatan Indonesia yang membantu kamu membaca berita terbaru baik lokal maupun internasional. Nggak cuma itu, Kurio juga menyediakan beragam informasi sesuai dengan minatmu, seperti kesehatan, desain, fashionleadershiptravelentrepreneurship, dan masih banyak lagi! Asyik banget kan?

 

20 KELEBIHAN DARI MEMBACA UNTUK DI JADIKAN PASANGAN

20 Kelebihan dari Orang yang Gemar Membaca untuk Dijadikan Pasangan 

1. Dia Bisa Menemukan Kenyamanan Dalam Hal Sederhana
Saat orang lain harus jalan-jalan ke mall atau berdiam diri di depan gadget mahal untuk menemukan kenyamanan, dia tahu bahwa ada cara lain yang lebih sederhana untuk merasa cukup. Seseorang yang gemar membaca buku tahu bahwa kebahagiaan justru kerap datang dari hal-hal kecil.

Hanya dengan buku di genggaman tangan dan waktu luang untuk tenggelam didalamnya, orang ini akan diam dan bisa menikmati waktunya. Bukan keriuhan dan kepemilikan materi yang dicari, melainkan rasa puas dari hal yang memang disukai.

2. Pengetahuannya Pasti Luas
Gemar membaca buku membuat pengetahuannya luas. Dia bisa tahu bagaimana seluk-beluk perdagangan senjata sekaligus menikmati anehnya plot Murakami disaat bersamaan. Bersama dia kamu akan terkaget-kaget saat mengetahui betapa luasnya pemahaman yang dia miliki.

Pengetahuannya yang luas memberikan warna unik bagi hubungan kalian. Walau belum pernah ke suatu tempat, dia sudah bisa menjelaskan dengan detail bagaimana topografi tempat yang ingin kalian kunjungi. Meskipun belum pernah dengar sebuah lagu, dia justru bisa bercerita tentang sejarah band yang memainkannya.

Semua pengetahuan tersebut didapatkan dari membaca buku.

3. Kamu Tidak Perlu Takut Kehabisan Bahan Pembicaraan
Sering aneh gak sih kalau sedang ngobrol sama pacar terus tiba-tiba kehilangan bahan pembicaraan dan merasa zonk? Hal ini sering terjadi jika kamu dan pasangan punya ketertarikan yang berbeda. Mau ngomongin kesukaan dia, takut gak nyambung. Kalau bicara soal hobimu, dia juga gak begitu paham.

Nah, menjalin hubungan dengan dia yang gemar membaca buku bisa menghindari momen canggung diatas. Meskipun dia tidak memahami hobi dan kegemaranmu tapi selama ada buku yang bisa menjelaskannya kamu tinggal berikan saja padanya dan mintalah dia untuk membaca.

Tidak hanya rela membaca untuk memahamimu, tidak jarang dia sudah mengetahuinya lebih dulu. Kegemaran post-crossing mu itu memang masih awam di telinga orang kebanyakan, tapi dia sudah menemukannya beberapa tahun lalu di novel yang dibacanya.

4. Orang Yang Suka Membaca Biasanya Lebih Peka
Dia terbiasa menyimpulkan arti dibalik kata-kata yang tersirat. Dari satu larik kalimat sederhana dia bisa menyimpulkan berbagai kemungkinan yang muncul dalam naskah drama Orwell yang sedang dibaca. Kata-kata tidak serta merta diperlakukan secara harfiah, dia bisa memahami bahwa selalu ada maksud lain dibalik perkataan yang kamu ucapkan.

Menjalin hubungan dengan dia yang gemar membaca membuat kamu tidak perlu lagi khawatir maksudmu tidak tersampaikan. Dia yang biasa mengartikan arti dibalik sebuah kalimat tentu bisa memahami apa yang sedang kamu rasakan. Mau ngomong pakai bahasa kode pun, dia akan bisa menangkap maksud dibaliknya.

5. Bacaan Memberinya Pandangan Tentang Hidup Yang Tidak Sekedar Hitam-Putih 
Orang yang tidak banyak pengalaman berinteraksi dengan orang lain cenderung memandang hidup dari kacamata hitam-putih. Keringnya pengalaman membuat dia merasa bahwa apa yang dilakukan paling benar, sementara hal yang berseberangan dengan nilainya dengan mudah dicap salah.

Pribadi yang gemar membenamkan dirinya dalam keasyikan membaca buku akan lebih bijaksana menghadapi perbedaan. Ketika ada hal yang tidak sejalan dengan nilai yang dianut, dia tidak akan serta merta menyalahkan hal tersebut. Pemahaman yang dimiliki dari banyak membaca buku akan lebih membuka matanya.

6. Dari Membaca, Dia Sudah Tahu Banyak Tentang Berbagai Dinamika Hidup
Menghadapi peliknya masalah keluarga? Mencari jalan keluar dalam sebuah konflik pertemanan? Bijak menyikapi friksi di dunia kerja? – semua hal itu sudah dia ketahui sebelum benar-benar dihadapi di depan mata. Walau belum pernah mengalami sendiri, buku-buku yang dibacanya memberinya pengetahuan tentang berbagai permasalahan hidup.

Membaca membuat pasanganmu jadi orang yang lebih kaya pengalaman hidup. Buku bacaannya secara tidak langsung membuka mata, hidup tidak selamanya akan baik-baik saja. Dari berbagai kisah yang dilakoni oleh karakter dalam buku yang dibawanya kemana-mana itulah dia belajar banyak soal hidup.

7. Orang Yang Gemar Membaca Akan Lebih Bijaksana
Semakin luas bacaan dan pengetahuan seseorang maka akan semakin dalamlah pemikiran dan kebijaksanaan yang dimilikinya. Menjalin hubungan dengan dia yang gemar membaca akan membuatmu nyaman. Dia sudah terbiasa menemukan perbedaan karakter dan perbedaan pola pikir dalam berbagai bacaan yang dilahap.

Kebijaksanaan memang tidak akan pernah datang dari jalan-jalan ke mall atau nonton bioskop setiap ada film baru. Pemahaman mendalam tentang hidup justru bisa disarikan dari kegiatan duduk diam sambil mengkhidmati baris tulisan yang memberi banyak pelajaran hidup.

8. Pasanganmu Tentunya Inspiratif
Menjalani hubungan romantis dengan dia yang lebih sibuk membaca buku dibanding memelototi layar digital akan kerap membuatmu ternganga kagum. Bagaimana tidak, kadang ditengah perbincangan ringan senja hari kalian tiba-tiba bisa keluar satu baris kalimat dari buku yang sedang dia baca.

Bayangkan saja, ditengah kegalauanmu tentang makin sedikitnya teman kuliah yang belum lulus dia bisa dengan kalemnya mengutip line dari The Marriage Plot untuk membuatmu tetap semangat berjuang menyelesaikan skripsi seorang diri:

“In a crisis, it’s easier to survive as a single cell.”

Atau ketika kamu sedang kesal karena ada rekan kerjamu yang sangat oportunis dalam sebuah proyek. Dia akan dengan ringannya mengeluarkan kutipan tentang betapa manusia memang terlahir serakah, dan sifat dasar itu memang harus dimaklumi:

“We’re the man clutching the branch. Death awaits us. There is no escape. And so we distract ourselves by licking whatever drops of honey come within our reach.”

Kalimat-kalimat random penuh inspirasi darinya akan memenuhi hari-harimu. Jadi pengingat yang penuh tamparan bagimu dalam menjalani hari.

9. Membaca Akan Membuatnya Lebih Mudah Mengekspresikan Diri
Pernah gak sih kamu bingung saat menjalin hubungan dengan dia yang kaku dalam mengungkapkan apa yang dirasakannya? Dia tidak bisa menerjemahkan apa yang ada di hatinya kedalam kata-kata. Sementara kamu bukan pembaca pikiran.

Banyak membaca, secara tidak langsung akan membuat seseorang punya perbendaharaan ekspresi yang lebih banyak. Dalam kisah yang banyak dinikmati selama ini dia sudah banyak menghadapi karakter dengan berbagai luapan emosi uniknya. Ini akan memengaruhinya untuk bisa lebih ringan mengungkapkan apa yang sedang dia rasakan.

Dia yang gemar membaca akan lebih artikulatif dalam menyampaikan perasaannya. Jika menjalin hubungan dengan orang yang jangkauan literaturnya luas, kamu tidak lagi perlu khawatir harus repot jadi cenayang untuk tahu apa yang sedang pasanganmu rasakan dan pikirkan.

10. Punya Banyak Kalimat Manis, Tapi Jauh Dari Kesan Gombal
Jangan khawatir malu karena disapa dengan panggilan yang cheesy dan enggak banget di media sosial. Orang yang suka membaca pasti punya perbendaharaan kata yang kaya, dan dijamin membuatmu terbang kegirangan sampai langit ke-7.

Gimana gak luluh coba kalau kamu tidak sekedar dipanggil dengan sebutan “Sayang” atau “Babe” tapi justru dipanggil “Mi Querida” (bahasa Spanyol, artinya sayang)?. Uniknya panggilan tentu akan makin membuat hubungan jadi hangat.

Dalam hubungan yang melibatkan orang yang suka membaca, bukan hal aneh juga jika dia secara ajaib mengungkapkan kalimat yang artinya sangat menyentuh ditengah perbincangan kasual kalian.

Seandainya kamu dan dia sedang pamitan pulang padahal masih enggan berpisah, kata-kata ini bisa muncul di layar ponselmu selepas dia sampai di rumahnya:

“If I hadn’t left at that moment, I knew I would have stayed forever.” - Lone Wolf, Jodi Picoult

Mau pingsan nggak tuh kalau tiap hari digituin? Nggak gombal, tapi justru manis banget kan?

11. Pengetahuannya Bisa Membantumu Menyelesaikan Masalah
Pada akhirnya, dia sudah banyak mengakrabi jenis cerita dan plot unik di berbagai buku bacaannya. Dari membaca dia tahu bahwa setiap masalah dapat ditelusuri untuk menemukan jalan keluar. Tidak ada permasalahan yang terlalu berat jika terus dijalani dengan kepala dingin dan niat baik.

Hal itu tidak hanya berguna bagi kehidupannya, tapi juga bisa membantumu untuk menjalani hidup yang tentu tidak lepas dari masalah. Ketika dihadapkan pada berbagai keputusan rumit, pasangan yang gemar membaca akan mudah diajak berdiskusi.

Tidak hanya jadi tempat berbagi, dia juga akan mampu memberikan masukan dari berbagai sudut pandang. Ibaratnya nih, dia sudah punya literatur dan catatan kaki yang bisa kembali ditili setiap menghadapi masalah. Bukan tidak mungkin pengetahuannya itu juga akan berguna untukmu kan?

12. Menjalani Segala Sesuatu Lewat Proses Adalah Hal Yang Sangat Dipahaminya
Dalam membaca, dia sudah mafhum kalau segala sesuatu harus dimulai dari prolog-pengenalan karakter-konflik-sebelum kemudian mencapai ending. Tidak ada buku yang langsung menawarkan akhir yang menyenangkan di awal cerita.

Dia sudah terbiasa bergelut dengan konflik yang membuatnya gemas. Plot-twist juga bukan jadi hal yang asing lagi baginya. Namun semua rasa penasaran dan kegeraman akan akhir yang sudah ditunggu itu tidak membuatnya menyerah.

Pasanganmu yang benar-benar suka membaca akan dengan sabar menuntaskan cerita yang sudah dimulainya, sampai benar-benar mengetahui bagaimana akhir yang dituliskan oleh sang pengarang. Proses membaca membuatnya jadi pribadi yang lebih sabar dalam menjalankan segala sesuatu.

Dia sangat memahami bahwa akhir tidak akan tercapai tanpa proses panjang membangun kerangka cerita dan berbagai konflik didalamnya. Kalau kamu anti banget sama pasangan yang kerap menggampangkan segala sesuatu dan hanya mau bekerja dengan instan, maka dia yang gemar membaca cocok banget jadi pasangan idealmu.

13. Dia Tahu Bahwa Akhir Tidak Selalu Bahagia
Dari berbagai buku yang telah dilahapnya, dia sangat sadar akan akhir yang tidak selamanya bahagia. Ada jenis akhir cerita yang menggantung dan menyisakan penasaran bagi pembaca, ada pula akhir cerita yang justru berkebalikan dari ekspektasi yang selama ini diharapkan.

Beragamnya akhir cerita yang sudah pernah dibacanya membuat pasanganmu bisa berbesar hati ketika ada hal yang berjalan tidak sesuai harapan. Hidup hanya harus tetap dijalani, meski kelak titik yang dicapai di ujung hari tidak selalu sesuai kata hati.

14. Loyalitasnya Tidak Lagi Diragukan
Perhatikan deh, betapa pasanganmu sangat loyal terhadap penulis kesukaannya. Dia rela menyisihkan uang untuk membeli sekuel novel yang selama ini digandrunginya. Setiap penulis kesayangannya mengeluarkan karya baru, dia juga dengan enteng merogoh kantung untuk jadi pembeli pertama.

Pecinta buku akan sangat loyal terhadap penulis yang sudah dianggap memenuhi ekspektasinya. Kalau sama penulis yang hanya dikenal lewat karya saja dia bisa loyal, bagaimana dengan kamu yang dia kenal secara pribadi dan menyentuh hatinya?

Loyalitas pecinta buku tidak lagi perlu diragukan. Saat dia sudah menemukan seseorang atau sesuatu yang memang disukai, dia tidak akan ragu-ragu lagi mengerahkan seluruh kemampuan untuk memperoleh hal tersebut. Dan mendukung penciptanya. Bayangin dong kalau orang seloyal ini bisa jadi pasanganmu.

15. Dia Punya Jiwa Romantis Dan Jiwa Petualang Dalam Satu Badan
Disatu sisi, dia yang gemar membaca akan punya bagian romantis dan hangat dalam dirinya. Sisi romantis ini terbentuk dari bacaan yang banyak menyentuh hatinya. Namun jangan kira pasangan yang gemar membaca hanya akan jadi pendamping yang mellow dan menye-menye.

Jangan salah, pasanganmu yang mencintai buku justru punya sisi petualang yang sangat menggelegak dalam tubuhnya. Bedanya, sisi itu tidak terlihat secara kasat mata seperti pada penggila olahraga outdoor seperti pendaki gunung. Dia melampiaskan petualangannya lewat bacaan.

Dia tidak akan keberatan membaca buku dari berbagai genre. Baginya pengetahuan bisa datang dari mana saja. Pacaran sama orang yang suka baca seakan memberimu paket lengkap: sifat romantis dan petualang bisa kamu dapatkan dalam satu pribadi.

16. Bersamanya, Kamu Akan Selalu Haus Pengetahuan Baru
Orang yang menggemari buku setara dengan dia yang mencintai ilmu. Artinya, dia tidak akan cepat merasa puas sampai keingintahuannya benar-benar terjawab lunas. Semakin banyak membaca, semakin tinggi pula rasa ingin tahu yang ingin ia puaskan.

Bersama pasangan yang benar-benar menikmati membaca buku kamu akan terus merasa tertantang untuk menggali pengetahuan baru. Dia tidak akan mudah memujimu saat kamu sudah tahu banyak. Justru menantangmu untuk terus menambah pengetahuan.

17. Ingin Dapat Partner Diskusi Yang Sepadan? Kutu Buku-Lah Jawabannya
Apakah selama ini kamu merasa tidak bisa mendapatkan pasangan yang tingkat intelektualitasnya sepadan? Coba deh, buka hatimu untuk dia yang gemar membaca. Diskusi serius sampai pembicaraan kasual pasti akan dilahapnya tanpa kesulitan.

Ibarat mobil nih, otak penggemar buku akan dengan mudah menyesuaikan gigi roda yang harus digunakan dalam jalur yang sedang dilewati.

18. Dia Tidak Akan Tergantung Padamu Hanya Karena Takut Kesepian
Pasanganmu yang menggemari buku sudah cukup dewasa untuk bisa menyibukkan dirinya sendiri. Ditangannya selalu ada buku yang bisa menemaninya dalam berbagai situasi. Saat sedang tidak bisa kamu dampingi, dia akan santai-santai saja karena toh sepi selalu bisa diatasi dengan buku disisi.

Kamu tidak lagi perlu repot menyisihkan waktu hanya untuk menjaganya tidak sepi. Dia sudah terbiasa mengkhidmati sepi seorang diri. Saat dia manja, itu berarti dia memang benar-benar menginginkanmu. Bukan sekedar mencari teman untuk mengisi waktu luang yang terasa kosong di hati.

19. Kalian Bisa Menikmati Keheningan Berdua
Apa yang lebih menyenangkan dari pasangan yang bisa diajak menikmati sepi secara bersisian? Kamu dan dia bisa duduk berduaan, tenggelam dalam buku bacaan masing-masing yang menanti dituntaskan. Tidak perlu repot mencari topik pembicaraan, sebab dalam diam kalian justru saling menemukan.

20. Dia Setia Dan Memandangmu Lebih Dari Sekedar Penampilan Semata
Lihat saja buku kesayangannya yang sudah banyak digaris bawahi dan nampak kumal. Walaupun secara fisik sudah tidak lagi menarik, dia tetap menyimpannya sebagai barang berharga kan? Bagi orang yang menggemari buku, isi lebih penting daripada hanya sekedar sampul.

Begitupun saat memperlakukan pasangan. Ketika kamu memang memenuhi kriterianya sebagai pendamping, maka apa yang kamu tampakkan di depannya tidak lagi sepenting apa yang kamu miliki dalam dirimu. Dia tidak akan mudah berpindah hati, hanya karena casing-mu berubah.

 

MANFAAT MEMBACA

                                           Manfaat Membaca bagi Otak dan Tubuh 

 

                                                Inilah beragam manfaat bagi fisik dan mental Anda saat membuka buku.
  Gemar membaca bisa melindungi otak Anda dari penyakit Alzheimer, mengurangi tingkat stres, mendorong pikiran positif dan memperkuat persahabatan.

Berikut ini adalah manfaat yang diterima otak dan tubuh saat Anda membuka buku.

Memberikan kekuatan bagi memori.

Membaca memberikan jenis latihan yang berbeda bagi otak dibandingkan menonton TV atau mendengarkan radio. Baik ketika Anda memahami halaman per halaman atau hanya sekedar memindai instruksi manual mesin pembuat kopi, bagian otak yang telah mengembangkan fungsi-fungsi lain — seperti kemampuan imajinasi, bahasa dan pembelajaran asosiatif — semua terhubung dalam sirkuit saraf tertentu untuk membaca. Ini merupakan hal yang sangat menantang, kata Ken Pugh, PhD, presiden dan direktur penelitian Haskins Laboratories kepada majalah Oprah. Kebiasaan membaca memacu otak Anda berpikir dan berkonsentrasi.

Membuat latihan fisik bertahan lebih lama.

Layaknya single terbaru Lady Gaga atau episode serial TV Real Housewives, buku juga teman yang baik untuk menemani Anda saat latihan fisik. Menenggelamkan diri pada alur buku bisa membuat Anda bertahan lebih lama di atas mesin latihan demi menyelesaikan bab yang begitu memikat. Hal itu diungkapkan majalah Weight Watchers. Michele Olson, PhD, profesor fisiologi olahraga di Auburn University mengatakan kepada majalah itu, untuk mencegah timbulnya sakit pada leher atau bahu, pembaca harus menggunakan tempat menaruh buku di mesin dan berusaha tidak memutar bahu mereka selama latihan berlangsung.

Menjaga keremajaan otak.

Membenamkan diri dalam buku yang bagus benar-benar dapat memperpanjang umur pikiran Anda, menurut studi terbaru dari Rush University Medical Center. Hal itu dilansir majalah Prevention. Orang dewasa yang menghabiskan waktu luang mereka dengan melakukan kegiatan kreatif atau intelektual (seperti membaca) memiliki kemungkinan 32 persen lebih lambat mengalami penurunan kognitif di kemudian hari daripada mereka yang tidak. "Aktivitas yang melibatkan latihan otak membuat otak lebih efisien mengubah struktur untuk terus berfungsi dengan baik, terlepas dari hal-hal neuropatologi yang berkaitan dengan usia,” kata Robert S. Wilson, PhD, profesor neuropsikologi di Rush University Medical Center kepada majalah tersebut. Studi lain baru-baru ini juga menemukan bahwa manula yang secara teratur membaca atau bermain game yang menantang daya pikir, seperti catur atau puzzle, memiliki risiko dua setengah kali lebih rendah untuk terserang penyakit Alzheimer. Fakta itu dilaporkan oleh ABC News.

Menghilangkan stres.Meringkuk untuk membaca buku yang bagus menurunkan tingkat hormon stres yang tidak sehat, seperti kortisol. Demikian laporan majalah Weight Watchers belum lama ini. Pada sebuah penelitian di Inggris, peserta dilibatkan dalam kegiatan yang merangsang kecemasan, dan kemudian diberikan waktu selama beberapa menit untuk melakukan sejumlah aktivitas. Ada yang membaca, mendengarkan musik, atau bermain video game. Tingkat stres mereka yang melakukan aktivitas membaca turun 67 persen. Itu merupakan angka yang signifikan dibanding dengan kelompok yang melakukan kegiatan selain membaca.

Meningkatkan kosakata.Meskipun Anda tak perlu lagi mengikuti tes seleksi masuk perguruan tinggi, Anda masih bisa menggunakan buku untuk memperluas perbendaharaan kata di kamus otak. Bahkan, para peneliti memperkirakan bahwa kita belajar sebanyak lima sampai 15 persen dari semua kata yang kita tahu melalui membaca, menurut sebuah Scholastic Report. Hal itu sangat penting untuk anak-anak karena kosakata yang mereka miliki secara langsung dan dramatis berkaitan dengan buku yang mereka baca.

Meningkatkan empati.
Cerita menghadirkan perspektif yang mengubah hidup, kata peneliti Universitas York. Menyelami kehidupan karakter memperkuat kemampuan Anda untuk memahami perasaan orang lain. Melihat dunia melalui kacamata Jane Eyre, misalnya, dapat membuat Anda lebih mudah memahami jalan pikiran saudara perempuan tiri Anda.

Mendorong tujuan hidup.
Membaca kisah seseorang yang berhasil mengatasi hambatan hidup dapat memotivasi Anda untuk memenuhi tujuan Anda sendiri, menurut peneliti dari Ohio State University. Jika Anda ingin kenaikan gaji, mengikuti  karakter di buku saat menghadap bos di kantor mungkin bisa memberi keberanian untuk membuat permintaan yang sama. Semakin banyak Anda mengidentifikasi karakter dan peristiwa menjadi seakan benar-benar sedang terjadi kepada Anda, semakin besar kemungkinan Anda melakukan aksi nyata.

Membantu Anda merasa lebih terhubung.
Ketika Anda mengidentifikasi karakter dalam sebuah buku, Anda mengalami semacam hubungan dengan kehidupan nyata yang dapat meningkatkan rasa inklusi, kata psikolog di University of Buffalo. Dengan kata lain, membaca buku Marley & Me dapat meningkatkan rasa persahabatan Anda dengan pemilik anjing di taman.

Mencerahkan hari Anda.
Sebuah kisah dengan akhir cerita yang bahagia memang dapat mengangkat semangat Anda, tetapi novel mungkin bisa membangkitkan semangat positif di dalam diri dengan cara yang lebih halus. Bahkan, momen-momen sederhana dalam cerita mungkin bisa menggali kenangan-kenangan hangat dalam hidup. Apakah tokoh utama dalam cerita menghadiri acara barbecue di pantai? Anda mungkin akan langsung mengenang pesta pantai dan acara berselancar yang pernah Anda hadiri. (Lauren Gelman dan Jessica Cassity)

Rabu, 02 November 2016

DEFENISI MEMBACA


                                      Pengertian Membaca


Tampubolon (1993) menjelaskan pada hakekatnya membaca adalah kegiatan fisik dan mental untuk menemukan makna dari tulisan, walaupun dalam kegiatan itu terjadi proses pengenalan huruf-huruf. Dikatakan kegiatan fisik, karena bagian-bagian tubuh khususnya mata, yang melakukannya. Dikatakan kegiatan mental karena bagian-bagian pikiran khususnya persepsi dan ingatan, terlibat didalamnya. Dari definisi ini, kiranya dapat dilihat bahwa menemukan makna dari bacaan (tulisan) adalah tujuan utama membaca, dan bukan mengenali huruf-huruf. Diperjelas oleh pendapat Smith (Ginting, 2005) bahwa membaca merupakan suatu proses membangun pemahaman dari teks yang tertulis. (www1.bpkpenabur.or.id/jurnal/04/017-035.pdf ).

Proses membaca menurut Burn, Roe dan Ross (1984) merupakan proses penerimaan simbol oleh sensori, kemudian mengintererpretasikan simbol, atau kata yang dilihat atau mempersepsikan, mengikuti logika dan pola tatabahasa dari kata-kata yang ditulis penulis, mengenali hubungan antara simbol dan suara antara kata-kata dan apa yang ingin ditampilkan, menghubungkan kata-kata kembali kepada pengalaman langsung untuk memberikan kata-kata yang bermakna dan mengingat apa yang merela pelajari dimasa lalu dan menggabungkan ide baru dan fakta serta menyetujui minat individu dan sikap yang merasakan tugas membaca.

Dijabarkan juga oleh Tarigan (1985) bahwa membaca adalah suatu proses yang dilakukan serta dipergunakan oleh pembaca untuk memperoleh pesan, suatu metode yang dipergunakan untuk berkomunikasi dengan diri sendiri dan kadang-kadang orang lain, yaitu mengkomunikasikan makna yang terkandung atau tersirat pada lambang-lambang tertulis. Finochiaro dan Bonomo (Tarigan, 1985) mendefinisikan secara singkat, membaca adalah memetik serta memahamai arti makna yang terkandung di dalam bahan tertulis. 

Sedangkan Juel (Sandjaja, 2005) mengartikan bahwa membaca adalah proses untuk mengenal kata dan memadukan arti kata dalam kalimat dan struktur bacaan, sehingga hasil akhir dari proses membaca adalah seseorang mampu membuat intisari dari bacaan. (www.unika.ac.id.02/05/05)

Spache & Spache (Petty & Jensen, 1980) mengemukakan bahwa membaca merupakan proses yang kompleks yang terdiri dari dua tahap. Tahap pertama merupakan tahap dimana individu melakukan pembedaan terhadap apa yang dilihatnya, selanjutnya individu berusaha untuk mengingat kembali, menganalisa, memutuskan, dan mengevaluasi hal yang dibacanya. Sebagai suatu proses yang kompleks, membaca memiliki nilai yang tinggi dalam perkembangan diri seseorang. Secara umum orang menilai bahwa membaca itu identik dengan belajar, dalam arti memperoleh informasi.

Membaca adalah proses berpikir, hal tersebut dikemukakan oleh Burn, Roe dan Ross (1984), maksudnya adalah ketika seseorang sedang membaca, maka seseorang tersebut akan mengenali kata yang memerlukan interpresi dari simbol-simbal grafis. Untuk memahami sebuah bacaan sepenuhnya, seseorang harus dapat menggunakan informasi untuk membuat kesimpulan dan membaca dengan kritis dan kreatif agar dapat mengerti bahasa kiasan, tujuan yang ditetapkan penulis, mengevaluasi ide-ide yang dituliskan oleh penulis dan menggunakan ide-ide tersebut pada situasi yang tepat. Keseluruhan proses ini merupakan proses berpikir.

Chambers dan Lowry (Burn, Roe dan Ross, 1984) menggaris bawahi juga menegasakan hal yang sama bahwa membaca lebih dari sekedar mengenali kata-kata tetapi juga membawa ingatan yang tepat, merasakan dan mendefinisikan beberapa keinginan, mengidentifikasi sebuah solusi untuk memunuhi keinginan, memilih cara alternatif, percobaan dengan memilih, menolak atau menguasai jalan atau cara yang dipilih, dan memikirkan beberapa cara dari hasil yang evaluasi. hal tersebut secara keseluruhan termasuk respon dari berpikir.

Stauffer (Petty & Jensen, 1980) menganggap bahwa membaca, merupakan transmisi pikiran dalam kaitannya untuk menyalurkan ide atau gagasan. Selain itu, membaca dapat digunakan untuk membangun konsep, mengembangkan perbendaharaan kata, memberi pengetahuan, menambahkan proses pengayaan pribadi, mengembangkan intelektualitas, membantu mengerti dan memahami problem orang lain, mengembangkan konsep diri dan sebagai suatu kesenangan.

Ginting (2005) menyebutkan bahwa membaca merupakan proses ganda meliputi proses penglihatan dan proses tanggapan. Proses penglihatan dijabarkan oleh Wassman & Rinsky (Ginting, 2005), sebagai proses penglihatan, membaca bergantung pada kemampuan melihat simbol-simbol, oleh karena itu, mata memainkan peranan penting. Dan sebagai proses tanggapan dijabarkan Ahuja (Ginting, 2005), membaca menunjukkan interpretasi segala sesuatu yang kita persepsi. Proses membaca juga meliputi identifikasi simbol-simbol bunyi dan mengumpulkan makna melalui simbol-simbol tersebut. Broughton (Gunting, 2005) mengemukakan membaca merupakan keterampilan yang bersifat pemahaman (comprehension skills) yang dapat dianggap berada pada urutan yang lebih tinggi (higher order). (www1.bpkpenabur.or.id/jurnal/04/017-035.pdf).

Lebih jauh lagi, Bowman and Bowman (Sugiarto, 2001) mengemukakan bahwa membaca merupakan sarana yang tepat untuk mempromosikan suatu pembelajaran sepanjang hayat (life-long learning). Hal ini senada dengan yang diungkapkan oleh Allen dan Valette (Sugiarto, 2001) mengatakan bahwa membaca adalah sebuah proses yang berkembang (a developmental process). Davies (Sugiarto, 2001) memberikan pengertian membaca sebagai suatu proses mental atau proses kognitif yang di dalamnya seorang pembaca diharapkan bisa mengikuti dan merespon terhadap pesan si penulis.  Dari sini dapat dilihat bahwa kegiatan membaca merupakan sebuah kegiatan yang bersifat aktif dan interaktif. (www,depdiknas.go.id/jurnal/37/perbedaan_hasil_belajar_membaca.htm).

Ditegaskan oleh Cole (1963) bahwa membaca mempunyai nilai besar untuk orang dewasa karena berkontribusi pada perkembangan, seperti dapat membebaskan dari tekanan, bekerja dengan penuh inisiatif, mendapatkan informasi untuk memecahkan konflik dan mengenali karakter dengan mudah. Lebih jauh lagi Cole (1963) menjelaskan bahwa membaca dapat juga menimbulkan rasa aman dan merealisasikan diri dalam kehidupan pribadi seperti hubungan yang lebih baik dengan keluarga dan kelompok, perubahan sikap, ide-ide baru serta semakin menghargai bebagai aktivitas dalam kehidupan.

Berbagai pengertian membaca telah dipaparkan diatas, dan dapat disimpulkan bahwa membaca adalah kegiatan fisik dan mental, yang menuntut seseorang untuk menginterpretasikan simbol-simbol tulisan dengan aktif dan kritis sebagai pola komunikasi dengan diri sendiri agar pembaca dapat menemukan makna tulisan dan  memperoleh informasi sebagai proses transmisi pemikiran untuk mengembangkan intelektualitas dan pembelajaran sepenjang hayat (life-long learning).