Aspek-aspek membaca
Secara garis besarnya terdapat dua aspek penting dalam membaca, yaitu:
- Keterampilan yang bersifat mekanis
- Keterampilan yang bersifat pemahaman
MEMBACA NYARING
Pengertian
Membaca nyaring adalah suatu aktivitas atau kegiatan yang merupakan alat bagi guru, murid, ataupun pembaca bersama-sama dengan orang lain atau pendengar untuk menangkap serta memahami informasi, pikiran dan perasaan seseorang pengarang.Membaca nyaring yang baik menuntut agar si pembaca memiliki kecepatan mata yang tinggi serta pandangan mata yang jauh, karena dia haruslah melihat pada bahan bacaan untuk memelihara kontak mata dengan para pendengar.
Mata pelajaran seni bahasa dan keterampilan bahasa haruslah merupakan salah satu dari pengalaman-pengalaman yang beraneka ragam dengan sejumlah cerita, puisi serta kegiatan yang menarik hati. Membaca nyaring adalah sebuah pendekatan yang dapat memuaskan serta memenuhi berbagai ragam tujuan mengembangka sejumlah keterampilan serta minat. Oleh karena itu maka dalam mengajarkan keterampilan-keterampilan membaca nyaring, sang guru harus memahami proses komunikasi dua arah
Membaca nyaring itu pada hakekatnya merupakan suatu masalah lisan. Oleh karena itu maka khusus dalam pengajaran bahasa asing, aktivitas membaca nyaring lebih dekat atau lebih ditunjukan pada ucapan dari pada bahan bacaan haruslah dipilih yang mengandung isi dan bahasa yang relative mudah dipahami
MEMBACA DALAM HATI
Pengantar
Tujuan utama membaca dalam hati adalah untuk memperoleh informasi.Pada membaca dalam hati ini sang anak mencapai kecepatan dalam pemahaman frase-frase, memperkaya kosa katanya, dan memperoleh keuntungan dalam hal keakraban dengan sastra yang baik. Setelah membaca dalam hati, sang guru dapat menyuruh serta mendorong para pelajar mengutarakan yang telah mereka baca, dan hal ini memudahkan pengujian pertumbuhan daya pemahaman dan apresiasi mereka.
Dalam garis besarnya, membaca dalam hati dapat dibagi atas:
- Membaca ekstensif dan
- Membaca intensif.
A. Membaca Ekstensif
Membaca ekstensif berarti membaca secara luas. Obyeknya meliputi sebanyak mungkin teks dalam waktu yang sesingkat mungkin. Yang menjadi tujuan dan tuntutan kegiatan membaca ekstensif adalah untuk memahami isi yang penting-penting dengan cepat dan dengan demikian membaca secara efisien dapat terlaksana.
Membaca ekstensif ini meliputi pula:
- membaca survey
- membaca sekilas
- membaca dangkal
Sebelum kita mulai membaca makabiasanya kita meneliti terlebih dahulu apa-apa yang akan kita telaah. Kita mensurvei bahan bacaan yang akan dipelajari, yang akan ditelaah, dengan jalan:
a) memeriksa, meneliti indeks-indeks, daftar kata-kata yang terdapat dalam buku-buku;
b) melihat-lihat, memeriksa, meneliti judul-judul bab yang terdapat dalam buku-buku yang bersangkutan;
c) memeriksa, meneliti bagan, skema, outline buku yang bersangkutan.
b. Membaca sekilas
Membaca sekilas adalah sejenis membaca yang membuat mata kita bergerak dengan cepat melihat, memperhatikan bahan tertulis untuk mencari serta mendapatkan informasi, penerangan.
Ada tiga tujuan utama dalam membaca sekilas ini, yaitu:
a) untuk memperoleh suatu kesan umum dari suatu buku atau artikel, tulisan singkat;
b) untuk menemukan hal tertentu dari suatu bahan bacaan;
c) untuk menemukan / menempatkan bahan yang diperlukan dalam perpustakaan.
c. Membaca dangkal
Membaca dangkal pada dasarnya bertujuan untuk memperoleh pemahaman yang dangkal yang bersifat luaran, yang tidak mendalam dari suatu bacaan. Biasanya dilakukan bila kita membaca demi kesenangan, membaca bacaan ringan yang endatangkan kebahagiaan di waktu senggang; misalnya cerita pendek,
novelringan, dan sebaginya.
B. Membaca intensif
Yang dimaksud dengan membaca intensif adalah studi seksama, telaah teliti, dan penanganan terperinci yang dilaksanakan di dalam kelas terhadap suatu tugas yang pendek kira-kira dua sampai empat halaman setiap hari. Kuesioner, latihan pola-pola kalimat, latihan kosa kata, telaah kata-kata, dikte dan diskusi umum merupakan bagian dan teknik membaca intensif.
Yang termasuk ke dalam kelompok membaca intensif ini ialah:
a) membaca telaah isi.
b) membaca telaah bahasa.
Membaca intensif pada hakekatnya memerlukan teks yang panjangnya tidak lebih dari 500 patah kata ( yang dapat dibaca dalam jangka waktu 2 menit dengan kecepatan kira-kira 5 patah kata dalam satu detik) Tujuan utama adalah untuk memperoleh sukses dalam pemahaman penuh terhadap argumen-argumen yang logis, urutan-urutan retoris atau pola-pola teks, pola-pola simbolisnya; nada-nada tambahan yang bersifat emosional dan social, pola-pola sikap dan tujuan sang pengarang, dan juga sarana-sarana linguistic yang dipergunakan untuk mencapai tujuan.
MEMBACA TELAAH ISI
Pendahuluan
Membaca telaah isi dapat kita bagi atas;
- membaca teliti
- membaca pemahaman
- membaca kritis
- membaca ide
A. Membaca teliti
Sama pentingnya dengan membaca sekilas, maka seringkali kita perlu membaca dengan teliti bahan-bahan yang kita sukai. Membaca teliti membutuhkan sejumlah keterampilan antara lain:
- survei yang cepat untuk memperhatikan/melihat organisasi dan pendekatan umum;
- membaca secara seksama dan membaca ulang paragraph-paragraf untuk menemukan kalimat-kalimat judul dan perincian-perincian penting; dan
- penemuan hubungan setiap paragraf dengan keseluruhan tulisan atau artikel.
Membaca pemahaman (atau reading for understanding) yang dimaksudkan di sini adalah sejenis membaca yang bertujuan untuk memahami;
- standar-standar atau norma-norma kesastraan (literary standards)
- resensi kritis (critical review)
- drama tulis (printed drama)
- pola-pola fiksi (patterns of fiction)
Berikut ini akan diperbincangkan satu persatu secara berurutan:
C. Membaca kritis
Kemampuan membaca pemahaman merupakan dasar bagi membaca kritis. Membaca kritis (atau critical reading) adalah sejenis membaca yang dilakukan secara bijaksana, penuh tenggang hati, mendalam, evaluatif, serta analitis, dan bukan hanya mencari kesalahan (Albert [et al] 1961b : 1)
Pada umumnya membaca kritis (atau membaca interptretatif, ataupun membaca kreatif) ini menuntut dari para pembaca agar mereka;
- memahami maksud penulis
- memahami organisasi dasar tulisan
- dapat menilai penyajian penulis/pengarang
- dapat menerapkan prinsip-prinsip kritis pada bacaan sehari-hari
- meningkatkan minat baca, kemampuan baca dan berpikir kritis
- mengetahui prinsip-prinsip pmilihan bahan bacaan
- membaca majalah atau publikasi-publikasi periodik yang serius.
Yang disebut membaca ide atau reading for ideas adalah sejenis kegiatan membaca yang ingin mencari, memperoleh, serta memanfaatkan ide-ide yang terdapat pada bacaan.
Agar kita dapat mencari, menemukan, serta mendapat keuntungan dari ide-ide yang terkandung dalam bacaan, maka kita harus berusaha membuat diri kita menjadi pembaca yang baik atau good reader. Berikut ini akan diperbincangkan apa yang disebut pembaca yang baik.
Pembaca yang baik tahu mengapa dia membaca.
Syarat pertama bagi setiap pembaca yang baik ialah bahwa dia tahu dan sadar mengapa dia membaca. Dua buah maksud yang paling umum adalah:
- mencari informasi
- menikmati bacaan
Pembaca yang baik memahami apa yang dibacanya.
Secara kedua bagi setiap pembaca yang baik adalah memahami benar-benar apa yang dibacanya. Pertama-tama hal ini menuntut perhatian, atau konsentrasi, suatu kemampuan yang erat sekali berhubungan dengan maksud.
Pembaca yang baik harus menguasi kecepatan membaca.
Syarat ketiga bagi setiap pembaca ialah memiliki ragam kecepatan membaca, dapat menyesuikannya dengan sifat cetakan yang menuntut perhatiannya. Semakin cepat seseorang melakukan jenis membaca ini dan memperoleh pemahaman, maka semakin berhasil pula studinya di perguruan tinggi. Kalau kita beranggapan bahwa rata-rata mahasiswa yang memasuki perguruan tinggi memiliki kecepatan membaca hanya 200-250 kata dalam satu hari, maka sebenarnya masih ada kesempatan untuk mengadakan perbaikan demi mencapai kemajuan (Salisbury; 1955: 289-290)
Pembaca yang baik harus mengenal media cetak.
Syarat keempat yang harus dimiliki oleh pembaca yang baik adalah bahwa dia harus mengenal bentuk-bentuk kontemporer media cetak, yang meliputi:
- papersbacks (buku saku; buku berjilid tipis; kulit kertas)
- media grafika (komik;kartun,foto;penyajian stastistik, grafis, diagram, peta, dan lain-lain)
- surat kabar (cf. Salisbury; 1955:317-80)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar